HUMAS IAIN Curup,- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengirimkan Sekretaris Jenderal, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A., untuk menghadiri Pertemuan Pemimpin Agama Komunitas Muslim Negara-negara BRICS yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil. Kehadiran Sekjen Kemenag RI dalam forum ini merupakan bagian dari misi diplomatik keagamaan Indonesia dan menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat diplomasi keagamaan untuk merespons tantangan global.
Sebagai anggota terbaru BRICS, Indonesia hadir bersama sembilan negara lainnya yakni Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab. Forum ini menghasilkan sebuah pernyataan bersama sebagai dasar penguatan kerja sama keagamaan antarnegara anggota di masa depan.
Dalam forum tersebut, Prof. Kamaruddin Amin menyampaikan lima inisiatif strategis sebagai bentuk kontribusi Indonesia terhadap kerja sama BRICS berbasis nilai-nilai keagamaan. Kelima inisiatif tersebut merupakan tawaran konkret untuk membangun sinergi global dalam memperkuat peran agama dalam pembangunan peradaban dunia.
Adapun lima inisiatif strategis tersebut meliputi:
1. Pendirian Pusat Pengetahuan Islam BRICS, berupa platform daring untuk berbagi hasil riset keislaman dan menjadi laboratorium virtual bagi para ulama, akademisi, dan intelektual.
2. Program Pertukaran Ulama Muda, yakni beasiswa satu tahun untuk memperkuat pemahaman lintas budaya dan membangun jaringan keilmuan di negara-negara BRICS.
3. Kemitraan Zakat dan Wakaf BRICS, sebagai upaya integrasi sistem zakat, wakaf, dan CSR guna mengoptimalkan sumber daya filantropi umat.
4. Inisiatif Ekoteologi, Ketahanan Pangan, dan Halal, melalui riset kolaboratif terkait restorasi lingkungan, konservasi air, dan pertanian halal berkelanjutan.
5. Festival Budaya Jalur Sutra Spiritual (Spiritual Silk Road), yang menampilkan seni Islam, kuliner halal, dan warisan budaya sebagai instrumen diplomasi budaya.
Dalam pidatonya, Prof. Kamaruddin menekankan bahwa inisiatif-inisiatif tersebut bersandar pada prinsip spiritual dan moral Islam, seperti penghormatan antar umat, persaudaraan, serta kerja sama dalam kebaikan. Ia juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjadi role model dalam memadukan nilai-nilai keagamaan dengan dinamika dunia modern.
“Indonesia mampu menjaga keberagamannya melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah telah mengarus utamakan sikap beragama yang moderat dan toleran sebagai dasar kebijakan nasional,” ujar Prof. Kamaruddin, Kamis (9/9/2025).
Forum ini juga menggaris bawahi kesadaran bersama para pemimpin agama BRICS terhadap pentingnya fondasi moral dalam masyarakat guna memastikan kesejahteraan generasi mendatang. Dimensi spiritual masyarakat dinilai sebagai unsur kunci dalam membangun hubungan yang lebih erat antarnegara anggota BRICS.
Merespons partisipasi aktif Indonesia dalam forum tersebut, Rektor IAIN Curup, Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Kemenag RI. Menurutnya, lima inisiatif strategis yang diajukan menjadi bentuk kepeloporan Indonesia dalam membangun tata kehidupan baru yang berbasis nilai spiritual.
“Sekjen Kementerian Agama memainkan peran penting dalam konteks ini. IAIN Curup sangat mendukung penuh gagasan dan inisiatif yang disampaikan oleh Kementerian Agama,” ungkap Prof. Idi.
Rektor IAIN juga menambahkan, langkah Sekjen Kemenag menunjukkan bahwa agama dan dunia modern dapat berjalan berdampingan secara harmonis. “Indonesia bahkan dapat menjadi teladan dunia dalam memadukan agama dan modernitas melalui diplomasi keagamaan. IAIN Curup turut serta dalam mendukung inisiatif ini,” Katanya.
Forum Pemimpin Agama BRICS diharapkan menjadi tonggak awal terbentuknya kolaborasi keagamaan lintas negara yang berkelanjutan, sejalan dengan misi bersama menciptakan perdamaian dan kemakmuran global melalui pendekatan spiritual dan nilai kemanusiaan universal.
Tags: Humas IAIN Curup, iain Curup, Kementerian Agama Republik Indoensia